Senin, 21 Maret 2016

Terobosan Akademik II : JAKARTA ANALYTICAL TRADER (J.A.T) - SINEWAVE FORECASTING [Analisa & Forecasting IHSG]

Setelah melakukan terobosan perdana dengan membuat Alat Analisa Saham BLACKBOX menggunakan teori akademik STATISTIK, kembali Jakarta Analytical Trader (J.A.T) melakukan gebrakan dan inovasi serta penemuan terobosan keduanya, yaitu SINEWAVE FORECASTING dimana menggunakan ilmu dan teori Matematika serta Statistik guna melakukan analisa dan Forecasting IHSG.

Sinewave Forecasting menganalisa IHSG dalam rentang waktu mingguan (WEEKLY). Output yg dicapai dari hasil riset sampai saat ini mencoba menjawab apakah dalam pergerakan 1 minggu ke depan IHSG akan BULLISH / BEARISH ?

SINEWAVE FORECASTING bukan sekedar memperkirakan rentang level yang mungkin dapat tercapai, tapi juga memperkirakan pola yang akan terjadi dan memberikan acuan yang cukup tepat dalam meniti trend yang akan terjadi melalui pivot level dan breakpoint.

PREMISE YANG DIBANGUN

Jika harga saham/indeks adalah suatu deret data berkala (Time Series) maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Deret harga saham/indeks mengandung unsur Trend.
2. Deret harga saham/indeks bersifat Non Stasioner.
3. Deret harga saham/indeks bersifat Stokastik.
4. Deviasi Standar dapat menggambarkan tingkat fluktuasi harga saham/indeks.
5. Rentang harga saham/indeks terbatas dalam nilai Pivot Point, Support/Resistance.
6. Gerakan Gelombang Sinus bersifat Stokastik.


Jika kita dapat menggabungkan ke enam Premise tersebut dan mengkonversikan gerakan Gelombang Sinus kedalam nilai-nilai Pivot Point maka kita dapat memperkirakan pola pergerakan harga pada masa datang (Forecasting).

Perkiraan tersebut bukanlah suatu nilai mutlak (Closing Price) melainkan mewakili level Open/High/Low/Close. Jika kita dapat memperkirakan pola yang akan terjadi maka kita dapat memanfaatkannya sebagai rencana masuk dan keluar pasar serta peringatan dini (Early Warning) sebelum pasar jatuh dan keadaan semakin memburuk hingga mengakibatkan kerugian. Early Warning tersebut memberikan isyarat bahwa sudah waktunya bagi pelaku pasar untuk keluar dari arena dan melakukan penjualan dengan target titik impas (Break Even Point).

Gabungan dari enam premise tersebut dapat mengeksplorasi pola-pola yang mungkin terjadi sekaligus mereduksi pola yang sulit terjadi dan pada prakteknya dapat mengikuti pola trend masa lalu yang kemudian diproyeksikan pada masa datang karena efek dari penerapan nilai-nilai Pivot Point, Support/Resistance.

STUDI KASUS ANALISA SINEWAVE FORECASTING MINGGU LALU (14-18 MARET 2016)


Minggu lalu, tanggal 13 Maret 2016 Kepala Riset dan LITBANG Jakarta Analytical Trader (J.A.T) mempublish hasil perhitungan SINEWAVE FORECASTING dan mendapatkan angka yang dapat dijadikan acuan dalam menyikapi pergerakan IHSG selama 14-18 Maret 2016  sbb :

Penutupan IHSG pada minggu sebelumnya, Jumat - 11 Maret 2016 di 4.813,80


Terobosan Akademik II : JAKARTA ANALYTICAL TRADER (J.A.T) - SINEWAVE FORECASTING [Analisa & Forecasting IHSG] 21 MARET 2016
sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1760536584178334&set=gm.543667922473911&type=3&theater


TITIK PENENTUAN di level 4.816,01.

Bila IHSG mampu tutup diatas level ini maka Skenario BULLISH akan tercipta dimana IHSG mampu bergerak dalam range LOW Tertinggi di 4.891,81 dan HIGH tertinggi di 4.991,09. Diperkirakan IHSG tidak terjadi DIPS (penurunan sementara - dengan proyeksi harga bergerak terus naik dapat dilihat di grafil BULLISH Skenario.)


Namun bila IHSG ditutup di bawah 4.816,01
maka Skenario BEARISH berpotensi terjadi dalam 1 minggu ke depan dimana IHSG akan bergerak 4.679,64 - 4.755,76.

Level kritis yang perlu diperhatikan adalah 4.791,26. Bila IHSG mencapai level ini, maka sebaiknya EXIT / OUT OF MARKET disarankan namun bila masih memaksakan diri untuk SCALPING / DAY TRADING perlu dengan perhitungan dan analisa yang cermat dan mendalam dalam mengambil posisi beli dan jual.

Realisasi pergerakan IHSG selama 14-18 Maret 2016. 

IHSG bergerak naik dari 4.813,80 hingga ke 4.885,70 (bergerak mengikuti skenario BULLISH). Level tertinggi yang pernah disentuh dalam seminggu 4.908,30 dan level terendah 4.836,60. Skenario Bullish dimungkinkan terjadi karena IHSG tidak sampai menyentuh dan close di bawah 4.816,01.

Sekarang mari kita melangkah kedepan dimana SINEWAVE FORECASTING kita pergunakan untuk memprediksi Pergerakan IHSG 1 minggu ke depan (21-25 Maret 2016)

Penutupan IHSG minggu lalu, Jumat - 18 Maret 2016 di 4.885,71


Terobosan Akademik II : JAKARTA ANALYTICAL TRADER (J.A.T) - SINEWAVE FORECASTING [Analisa & Forecasting IHSG] 21 MARET 2016


TITIK PENENTUAN di level 4.875,62

Bila IHSG mampu tutup diatas level ini maka Skenario BULLISH akan tercipta dimana IHSG mampu bergerak dalam range LOW Tertinggi di 4.934,29 dan HIGH tertinggi di 5.007,45. Diperkirakan IHSG kembali tidak terjadi DIPS (penurunan sementara - dengan proyeksi IHSG  terus bergerak naik dapat dilihat pada grafik BULLISH Skenario.)

Namun bila IHSG ditutup di bawah 4.875,62

maka Skenario BEARISH berpotensi terjadi dalam 1 minggu ke depan dimana IHSG akan bergerak minimum di 4.785,51 - 4.836,92.

Level kritis yang perlu diperhatikan adalah 4.861,96. Bila IHSG mencapai level ini, maka sebaiknya EXIT / OUT OF MARKET disarankan, namun bila masih memaksakan diri untuk SCALPING / DAY TRADING / TRADING JANGKA PENDEK perlu dengan perhitungan dan analisa yang lebih teliti terutama dalam  mencari serta mendapatkan titik-titik pantul / titik balik dalam mengambil posisi beli dan jual guna mendapatkan reward yang optimal.

Riset ini masih akan terus dikembangkan dengan harapan dapat memberikan hasil yang optimal.

Penulis meyakini bahwa penelitian ini merupakan sebuah terobosan serta penemuan dan inovasi dunia akademik yang patut didukung upayanya karena sekali lagi dapat menjembatani antara gap yang terjadi antara teori akademis dalam menjawab kebutuhan aplikatif realisasi pasar modal, khususnya arah pergerakan IHSG.

Semoga dukungan dana riset, penelitian serta pengembangan dapat tercurah kepada Tim Riset Jakarta Analytical Trader.


NarasumberAndri Wijatmoko (Aplikasi Trigonometri dalam Pasar Modal [IHSG])
                         Mas Res




Tidak ada komentar:

Posting Komentar